Jam Layanan: Senin - Jumat (08:00 s/d 19.00) WIB

Phone: (021) 739 8393

USNI Luluskan 343 Wisudawan 2014

By: Admin | Posted on: 2015-04-09

Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menggelar wisuda XVIII tahun 2014 untuk Magister, Sarjana dan Ahli Madya. Acara yang digelar pada sabtu (4/10/2014) di ruang Pertemuan Manggala Wanabhakti Jakarta itu diikuti oleh 343 orang. Selain dihadiri oleh civitas akademika, hadir pula pada kesempatan tersebut menyampaikan orasi ilmiah tertulis Menakertrans Muhaimin Iskandar, Kopertais Wilayah III Jakarta Prof Dr Ilza Mayuni MA dan lain-lain.


Panitia wisuda Sandra Olifia berharap, para wisudawan/wati dapat menerapkan ilmu pengetahuannya yang telah diperoleh selama mengenyam pendidikan di USNI. Ia juga berharap agar wisudawan dapat terus berkarya dan mengembangkan kemampuan serta kreatifitas di lingkungan masyarakat sesungguhnya.

Sementara dalam sambutannya Rektor USNI Prof Dr Lijan P Sinambela mengatakan, prestasi yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan akademik cukup meningkat. Ia mencontohkan, lulusan Magister yang ber IPK di atas 3,40 mencapai angka 91,42% dan semuanya dapat menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu normal yakni 18 bulan dari rencananya 24 bulan. "Lulusan terbaik program Magister adalah Teguh Priyanto dengan IPK 3,85," ujar Lijan bangga.

Meski banyak lulusan berprestasi, ia tetap berpesan untuk terus mengembangkan diri dengan terus belajar secara formal maupun informal agar pengetahuannya tetap mutakhir sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang tiada henti. "Jangan lupa dengan almamater USNI dimana saudara dididik, dibina dan digembleng hingga mencapai titik finis pada hari ini," pesan Lijan kepada para wisudawan.

Lijan juga berpesan, sebagai calon pemimpin bangsa, hendaknya wisudawan tidak hanya bertumbuh dan berkembang dalam aspek kecerdasan intelektual saja, akan tetapi seyogyanya juga terasah dalam kecerdasan emosional dan terus menerus meningkatkan kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional dan spiritual, imbuhnya, akan menjadi sangat penting untuk dapat menyeimbangkan antara duniawi dan akhirat.

"Dengan keseimbangan dimaksud sudah barang tentu seseorang dapat menjauhkan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak sang pencipta, khususnya dapat menjauhkan diri dari korupsi yang benar-benar menjadi "hantu" dan bencana yang sangat dahsyat menimpa bangsa Indonesia," urainya.

Orasi ilmiah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, melalui sambutan tertulisnya mengatakan bahwa untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera dan mermartabat, terdapat tiga aspek strategi yang harus terus diperjuangkan secara konsisten yaitu: kedaulatan rakyat, yang direpresentasikan melalui terselenggaranya pemilihan umum.

Yang kedua adalah kemandirian ekonomi, karena Indonesia ditakdirkan memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan letak geografis maritim yang strategis serta didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia. "Segala potensi tersebut sangat mendukung ke arah kemandirian ekonomi," jelas Muhaimin.

Yang ketiga adalah kepribadian yang berkebudayaan, karena kebudayaan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun identitas bangsa, pengikat nasionalisme Indonesia, serta membangun manusia Indonesia seutuhnya. Kebudayaan akan menanamkan nilai-nilai yang dapat membentuk kepribadian bangsa yang berorientasi pada kebersamaan, kerja sama serta cinta tanah air dan bangsa.